Hukum Gosok Gigi Ketika Puasa
PERTANYAAN:
Bagaimana hukum bersiwak dan menggunakan pasta gigi saat puasa?
JAWAB:
قال شيخ الإسلام ابن تيمية رحمه الله
وأما السواك فجائز بلا نزاع , لكن اختلفوا في كراهيته بعد الزوال على قولين مشهورين
هما روايتان عن أحمد .ولم يقم على كراهيته دليل شرعي يصلح
أن يخص عمومات نصوص السواك
انتهى
الفتاوى الكبرى 2/474
: وسئل الشيخ ابن باز رحمه الله
ما حكم استعمال معجون الأسنان للصائم ؟
:فأجاب
تنظيف الأسنان بالمعجون لا يفطر به الصائم كالسواك
وعليه التحرز من ذهاب شيء منه إلى جوفه
فإن غلبه شيء من ذلك بدون قصد فلا قضاء عليه
انتهى
مجموع فتاوى الشيخ ابن باز رحمه الله 15/260
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata:
''Memakai siwak saat puasa diperbolehkan tanpa diperselisihkan, akan tetapi para ulama berselisih mengenai kemakruhan memakai siwak setelah waktu zawal, (yaitu waktu tergelincirnya matahari -ketika matahari bergeser dari tengah-tengah langit-, red) terbagi menjadi dua pendapat yang masyhur, terdapat dua riwayat dari Imam Ahmad dalam masalah ini, namun pendapat yang menyatakan bahwa bersiwak adalah makruh tidaklah didasari dengan dalil syar'i yang mengkhususkan keumuman dalil-dalil yang menyatakan sunnahnya bersiwak.''
Selesai
Al-Fatawa Al-Kubra 2/474
Syaikh Ibnu Baz rahimahullah pernah ditanya: "Apa hukum menggunakan pasta gigi bagi orang yang berpuasa?"
Jawab:
"Membersihkan gigi dengan pasta gigi tidaklah membatalkan puasa sebagaimana bersiwak, namum diperlukan kehati-hatian untuk menjaga dari masuknya sesuatu ke kerongkongannya, namun jika ada sesuatu yang masuk ke kerongkongannya tanpa disengaja maka tidak ada qadha' atasnya (tidak perlu mengganti puasa di hari lain karena tidak batal puasanya, red).''
Selesai.
Majmu' Fatawa Syaikh Ibnu Baz rahimahullah 15/260
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah berkata, “Lebih utama adalah orang yang berpuasa tidak menyikat gigi (untuk kehati-hatian). Karena waktu untuk menyikat gigi sebenarnya masih lapang. Jika seseorang mengakhirkan untuk menyikat gigi hingga waktu berbuka tiba, maka dia berarti telah menjaga diri dari perkara yang dapat merusak puasanya."
Selesai
Majmu’ Fatawa wa Rasail Ibnu ‘Utsaimin, 17: 261-262
Dinukil oleh Ustaz Rudi Abu Aisyah Al Barbasiy Al Jawiy,
semoga Allah muliakan beliau di dunia dan di akhirat.
Disunting dan diposting oleh Abu Osamah
(Bayu bin Slamet Ad Daisamiy),
semoga Allah mengampuni dosanya dan dosa kedua orang tuanya.
Komentar
Posting Komentar