Ceramah Pendek: Balasan bagi Orang yang Istiqamah
Aku memulai dengan dengan menyebut nama Allah, segala puji hanya untuk-Nya,
Shalawat, salam, dan berkah-Nya semoga terlimpah untuk Rasul-Nya dan manusia pilihan-Nya
Mari kita duduk sejenak bersama sebuah ayat yang mulia
di dalam kitab Tuhan kita 'azza wa jalla (yang artinya)
"Sesungguhnya orang-orang yang berkata, ' Tuhan kami adalah Allah,' ...
... kemudian dia istiqomah, maka para malaikat akan turun kepadanya ...
... (dan mereka berkata) 'Janganlah kalian takut,' ...
dengan apa yang akan kalian hadapi,
... (dan mereka berkata) 'Janganlah kalian bersedih,' ...
karena anak keturunan yang telah kalian tinggalkan.
Dan disebutkan dalam tafsiran yang lain bahwa maksud ''Janganlah kalian takut, ..."
adalah bahwasanya Allah akan menerima amal kebaikan kalian.
Dan maksud ''Janganlah kalian takut, ..."
bahwasanya Allah akan mengampuni dosa-dosa kalian.
selanjutnya setelah "Janganlah kalian takut, dan janganlah kalian bersedih..."
"... maka berbahagialah ..."
kabar gembira dari Allah, dengan kabar apa?
Dengan surga. Siapa yang datang membawa kabar gembira ini?
Para malaikat. Untuk siapa? Untuk orang tersebut,
yang dahulu semasa hidup di dunia, dia istiqomah dalam ketaatan kepada Allah.
Hatinya istiqomah,
yaitu hati yang tidak dipenuhi dengan rasa iri, dengki,
dan tergantung kepada selain Allah 'azza wa jalla.
Anggota badannya juga istiqomah dalam ketaatan kepada Allah 'azza wa jalla
dia istiqomah dalam anggota badannya agar tidak melakukan apa yang diharamkan
oleh Allah 'azza wa jalla dan dia juga menjaga semuanya, dia Istiqomah dalam ketaatan.
Dan hakikat istiqomah, sebagaimana dikatakan 'Umar, adalah
"Engkau istiqomah dan tidak kesana kemari seperti musang."
Di dalam sebuah hadist, Abdullah Ats Tsaqafi bertanya,
"Wahai Rasulullah, berilah aku nasihat, ..."
... katakan kepadaku suatu nasehat dalam agama Islam, ...
... yang tidak perlu lagi aku bertanya kepada orang lain selain engkau, ...
Beliau menjawab, "Ucapkanlah, ' Aku beriman kepada Allah, ..."
... kemudian istiqomahlah (dengan ucapan tersebut)'". (HR. Muslim)
Kabar Gembira berupa Surga
Barangsiapa yang istiqomah semasa hidupnya di dunia, kemudian
datang kepadanya sakaratul maut, maka dia akan mendapatkan kabar gembira ini.
"... dan bergembiralah dengan surga, ..."
Surga yang luasnya seluas langit dan bumi,
yang di dalamnya terdapat sesuatu yang belum pernah dilihat oleh mata,
belum pernah terdengar oleh telinga, dan tidak tergambar dalam bayangan manusia.
"Aku telah sediakan untuk hamba-Ku yang shalih, ...
... apa yang belum pernah dilihat oleh mata, belum pernah terdengar oleh telinga, ...
... dan tidak sekalipun terbayang dalam hati manusia." (HR. Tirmidzi)
Hal yang serupa terdapat pula dalam firman Allah 'azza wa jalla
di dalam surat As Sajdah,
"... apa yang dirahasiakan untuk mereka berupa kenikmatan yang menyejukkan pandangan, ...
... sebagai balasan atas amalan yang dahulu pernah mereka kerjakan." (QS. As Sajdah: 17)
sengaja disembunyikan untuk mereka,
"... dan bergembiralah dengan surga yang telah dijanjikan kepada kalian." (QS Fushshilat: 30)
Penolong dan Pelindung bagi Orang yang Istiqamah
"Kami adalah penolong-penolong bagi kalian dalam kehidupan di dunia dan di akhirat, ..." (QS Fushshilat: 31).
Para malaikat akan berkata kepada orang yang istiqomah ini
ketika dia meninggal dunia, "Kami adalah penolong-penolong bagi kalian, ..."
dan di dalam beberapa tafsir diriwayatkan bahwa maksudnya Allah 'azza wa jalla lah yang menjadi penolongnya,
Dan apabila Allah menjadi penolongnya, maka dia tidak akan pernah merasa takut,
"Kami adalah penolong-penolong bagi kalian dalam kehidupan di dunia dan di akhirat, ...
... dan bagi kalian apa yang diinginkan oleh jiwa kalian, ...
... dan bagi kalian apa yang kalian minta, ..."
Semua keutamaan dan balasan tersebut untuk orang yang istiqomah,
"... pemberian dari (Allah) yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS Fushshilat: 31)
Dan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam juga diperintahkan untuk istiqomah,
"Maka istiqomahlah, sebagaimana yang diperintah kepadamu ...
... dan kepada orang yang bertaubat bersamamu, dan janganlah engkau melampaui batas." (QS. Hud: 112)
Dan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
"Istiqomahlah kalian, dan kalian tidak akan dapat menghitung (pahalanya), ...
... dan ketahuilah, bahwa sesungguhnya sebaik-baik amalan kalian adalah shalat, ...
... dan tidak ada yang menjaga wudhu kecuali orang yang beriman." (HR. Ibnu Majah)
Oleh sebab itu pula Allah 'azza wa jalla berfirman, (yang artinya)
"Istiqomahlah kalian kepada-Nya, dan memohonlah ampun kepada-Nya." (QS Fushshilat: 6)
Ibnu Rajab berkata, "Dalam ayat ini terdapat isyarat bahwa manusia
ketika sudah istiqomah, dan meskipun sudah istiqomah,
pasti pernah berbuat dosa, siapa diantara kita yang tidak berbuat dosa?
"Istiqomahlah kepada-Nya, dan memohonlah ampun kepada-Nya." adalah isyarat
agar Anda mohonlah ampun, dan Allah akan mengampuni dosa-dosa Anda.
Allahuakbar! Inilah buah dari istiqomah.
Istiqamah Mengundang Rizki dari Allah
Dan pada surat Al Jin Allah 'azza wa jalla menjelaskan
balasan lain dari istiqomah, yang dengannya kita tutup pembahasan kita ini,
" ... dan apabila kalian istiqomah di atas jalan ini, ...." (QS. Al Jin: 16)
Jalan apa ini?
Jalan Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam.
Istiqomahlah dengan istiqomah yang sesungguhnya,
Ambillah Islam secara keseluruhan! Bukan sebagian saja!
Hanya mengambil sebagian syariat Islam yang sesuai bagi mereka dan yang enak saja,
Tidak! Mereka melaksanakan syariat Islam secara keseluruhan.
"Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kalian ke dalam Islam secara menyeluruh, ...
... dan janganlah kalian mengikuti langka-langkah setan."
... sesungguhnya setan merupakan musuh yang nyata bagi kalian." (QS. Al Baqarah: 208)
" ... dan apabila kalian istiqomah di atas jalan ini, ...." Yaitu jalan Islam,
"...niscaya akan akan Kami berikan kepada kalian air yang melimpah." (QS. Al Jin: 16)
Yaitu, air yang sangat banyak.
Bukankah kita selalu mengulang-ulang siang dan malam dalam shalat kita?
"Tunjukkan kami jalan yang lurus." (QS Al Fatihah: 6)
Maka kita berdoa kepada Allah 'azza wa jalla
agar Dia senantiasa membimbing kita dan Anda semua ke jalan yang lurus.
Kabulkan doa kami, ya Allah...
Semoga Allah melimpahkan shalawat, salam, dan berkah-Nya
kepada Nabi kita Muhammad.
Diterjemahkan dan diposting oleh Abu Osamah
(Bayu bin Slamet Ad Daisamiy),
semoga Allah mengampuni dosanya dan dosa kedua orang tuanya.
Penerjemahan diawasi dan diteliti oleh tim penerjemah Yufid.tv,
semoga Allah berkahi umur mereka.
Sumber;
Kata Nasehat: Arti Istiqomah - Syaikh Muhammad Abdullah al-Nuunan
Youtube Channel: Yufid.tv
Read in English
اقرأ في اللغة العربية
Komentar
Posting Komentar