Apakah Madzab Syafi'i Membolehkan Ritual 'Tahlilan'?
PERTANYAAN:
Mohon penjelasan tentang ibadah 'Tahlilan' menurut Imam Syafii dan Syafiiyah.
JAWAB:
:قال الإمام الشافعي في الأم
وأكره المآتم وهي الجماعة - وإن لم يكن لهم بكاء
فإن ذلك يجدد الحزن ، ويـُكلف المؤنة
مع ما مضى فيه من الأثر
كتاب الأم 1/248
:وقال النووي في شرح المهذب
" وأما الجلوس للتعزية فنص الشافعي و المصنف وسائر الأصحاب على كراهته
ونقله الشيخ أبو حامد في التعليق وآخرون عن نص الشافعي
قالوا : يعني بالجلوس لها أن يجتمع أهل الميت في بيت فيقصدهم من أراد التعزية
قالوا: بل ينبغي أن ينصرفوا في حوائجهم فمن صادفهم عزاهم
و لا فرق بين الرجال و النساء في كراهة الجلوس لها صرح به المحاملي
ونقله عن نص الشافعي رحمه الله
المجموع شرح المهذب للإمام النووي 5 / 270 - 271
:وقال السيوطي في شرح التـنبـيه
ويكره الجلوس لها - أي للتعـزية
بأن يجتمع أهـل الميت في بـيـت ويقـصدهـم ؛ لأنه بدعة
شرح التـنبـيه للإمام السيوطي 1 / 219
Imam Syafii berkata: "Aku membenci Al-Ma'tam yakni ngumpul-ngumpul dirumah mayyit meskipun disana tidak ada tangisan, karena hal itu akan menimbulkan kesedihan baru serta memberatkan beban tanggungan keluarga mayyit, disertai dapat membangkitkan kenangan masa lalu si mayyit."
Kitab Al-Um 1/248
Imam An-Nawawi berkata dalam kitab Syarhul Muhaddzab: "Adapun duduk-duduk untuk ta'ziyah maka Al-Imam Asy-Syafi'i menetapkan dan juga penulis, serta para sahabat (ulama madzhab syafi'i) akan makruhnya hal tersebut, Syaikh Abu Hamid menukilnya dalam kitab At-Ta'liq serta ulama yang lainnya dari keputusan imam syafii."
Mereka (ulama madzhab syafi'i) berkata: "Yang dimaksud dengan duduk-duduk untuk ta'ziyah adalah para keluarga mayit berkumpul (menyelenggarakan acara) di rumah, kemudian orang-orang yang ta'ziyah mendatangi mereka (keluarga mayyit)*..."
Mereka (ulama madzhab syafi'i) mengatakan : "Akan tetapi hendaknya mereka (ahli mayyit) pergi untuk beraktivitas memenuhi kebutuhan mereka seperti biasa, maka barang siapa yang bertemu mereka maka hendaknya ia memberi ungkapan belasungkawa kepada mereka (ahli mayyit). Dan tidak ada perbedaan antara pria dan wanita dalam hal dimakruhkannya duduk-duduk untuk ta'ziyah, sebagaimana ditegaskan oleh Al-Mahamili dan ia telah menukilnya dari pernyataan Imam Syafii rahimahullah..."
Majmu Syarh Muhaddzab lil Imam Annanwawi 5/270-271
As-Suyuthi berkata dalam kitab Syarhut-Tanbih :" Dan dibenci duduk-duduk di rumah keluarga mayyit yaitu untuk ta'ziyah, maknanya adalah keluarga mayyit berkumpul (menyelenggarakan acara) dirumah, dengan tujuan agar orang-orang mendatangi mereka, maka hal ini adalah satu hal yang Bid'ah.
Syarhut Tanbih lil Imam Suyuthi 1/219
Dijawab oleh Ustaz Rudi Abu Aisyah Al Barbasiy Al Jawiy,
semoga Allah muliakan beliau di dunia dan di akhirat.
Disunting dan diposting oleh Abu Osamah
(Bayu bin Slamet Ad Daisamiy),
semoga Allah mengampuni dosanya dan dosa kedua orang tuanya.
Komentar
Posting Komentar