Hukum Memakai Parfum bagi Wanita
PERTANYAAN:
Bolehkah seorang wanita memakai parfum atau wangi-wangian?
JAWAB:
:عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال
أَيُّمَا امْرَأَةٍ اسْتَعْطَرَتْ فَمَرَّتْ عَلَى قَوْمٍ لِيَجِدُوا مِنْ رِيحِهَا فَهِيَ زَانِيَةٌ
رواه الإمام أحمد (19212) والنسائي (5126) وحسنه الألباني في صحيح الجامع
عَنْ زَيْنَبَ امْرَأَةِ عَبْدِ اللَّهِ بن مسعود ، رضي الله عنها
قَالَتْ : قَالَ لَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
(إِذَا شَهِدَتْ إِحْدَاكُنَّ الْمَسْجِدَ فَلَا تَمَسَّ طِيبًا رواه مسلم (443
وقال ابن دقيق العيد
"وفيه حرمة التطيب على مريدة الخروج إلى المسجد لما فيه من تحريك داعية شهوة الرجال
وإذا كان النهي عن التطيب حال خروج المرأة إلى المسجد فعند خروجها إلى غيره أولى
1/196 إحكام الأحكام شرح عمدة الأحكام
Dari Nabi shallAllahu alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Wanita manapun yang memakai wangi-wangian kemudian ia melewati satu kaum agar mereka mencium bau wanginya, maka ia berarti seorang pezina."
Diriwayatkan oleh Imam Akhmad 19212, An-nasai 5126, dan dinilai hasan oleh Syaikh Al-Bani dalam Shahih Jami'.
Dari Zainab istri ibnu Mas'ud radiyAllahu'anha, ia berkata: "Rasulullah shAllahu alaihi wa sallam pernah bersabda kepada kami: "Jika salah seorang di antara kalian mendatangi masjid untuk ikut shalat jamaah, maka janganlah memakai wangi wangian."
Diriwayatkan oleh Muslim no. 443.
Ibnu Daqiq Al-'id berkata: "Dalam hadist tersebut terdapat keharaman memakai wangi-wangian bagi kaum wanita yang hendak pergi ke masjid, mengingat dengan memakainya wangi-wangian bagi wanita akan dapat membangkitkan syahwat kaum lelaki, maka jika memakai wangi-wangian untuk ke masjid (untuk tujuan beribadah) saja dilarang, maka tentu larangan memakai wangi-wangian untuk pergi ke selain masjid (tidak untuk ibadah) lebih terlarang lagi.'
Ihkaamul Ahkam Syarh Umdatil Ahkam 1/196
Selesai.
Larangan di atas harus diperinci lagi. Larangan yang dinukil di atas, bukan berarti perempuan tidak boleh memakai-wewangian sama sekali atau dibiarkan berbau tidak sedap. Kita perhatikan sabda Nabi shallAllahu ‘alaihi wa sallam,
ﺇﻥ ﻃﻴﺐ ﺍﻟﺮﺟﺎﻝ ﻣﺎ ﺧﻔﻲ ﻟﻮﻧﻪ ﻭﻇﻬﺮ ﺭﻳﺤﻪ ، ﻭﻃﻴﺐ ﺍﻟﻨﺴﺎﺀ ﻣﺎ ﻇﻬﺮ ﻟﻮﻧﻪ ﻭﺧﻔﻲ ﺭﻳﺤﻪ
“Wewangian seorang laki-laki adalah yang tidak jelas warnanya tapi tampak bau harumnya. Sedangkan wewangian perempuan adalah yang warnanya jelas namun baunya tidak begitu nampak.”
(HR. Baihaqi dalam Syu’abul Iman, no.7564; hadits hasan. Lihat: Fiqh Sunnah lin Nisa’, halaman. 387).
Oleh karena itu, (wanita boleh menggunakan wewangian) jika parfum dengan wangi yang sedikit (tidak dengan wangi yang sangat) atau untuk sekadar menetralkan bau, misalnya deodoran maka boleh.
Selain itu, jika (menggunakan wewangian) dengan niat untuk suami di rumah, silakan berwangi-wangian seharum mungkin.
Al-Munawi rahimahullah berkata,
ﻭﻃﻴﺐ ﺍﻟﻨﺴﺎﺀ ﻣﺎ ﻇﻬﺮ ﻟﻮﻧﻪ ﻭﺧﻔﻲ
ﺭﻳﺤﻪ --- ﻗﺎﻟﻮﺍ : ﻫﺬﺍ ﻓﻴﻤﻦ ﺗﺨﺮﺝ ﻣﻦ ﺑﻴﺘﻬﺎ ﻭﺇﻻ ﻓﻠﺘﻄﻴﺐ ﺑﻤﺎ ﺷﺎﺀﺕ
“Maksud dari ‘wewangian perempuan adalah yang warnanya jelas namun baunya tidak begitu nampak...." Ulama berkata, ‘Ini bagi perempuan yang hendak keluar dari rumahnya. Jika tidak, ia bisa memakai parfum sekehendak hatinya.’
(Syarh Asy Syama’il, 2:5)
Maka harus dibedakan menggunakan parfum saat di luar dan di dalam rumah
Allahu a'lam.
Dijawab oleh Ustaz Rudi Abu Aisyah Al Barbasiy Al Jawiy,
semoga Allah muliakan beliau di dunia dan di akhirat.
Disunting dan diposting oleh Abu Osamah
(Bayu bin Slamet Ad Daisamiy),
semoga Allah mengampuni dosanya dan dosa kedua orang tuanya.
Komentar
Posting Komentar