Imam yang 'Ngebut' dalam Shalat


PERTANYAAN:
Apa hukum shalat dibelakang imam yang sangat cepat salatnya?





JAWABAN:





:قال ابن عثيمين رحمه الله
إذا كان الإمام قد علم أنه لا يطمئن في صلاته ، ولا يقوم مقاما يتمكن فيه المأموم من إتمام الفاتحة
 :فالواجب ألا تصلي معه أصلا ؛ لأن هذا لا تجوز الصلاة معه ، لأنك بين أمرين
إما أن تتابعه وتترك الركن ، وإما أن تفعل الركن وتفوتك المتابعة 
وإننا نحذر هؤلاء الأئمة من مثل هذا الأمر
وقد ذكر العلماء رحمهم الله أنه يحرم على الإمام أن يسرع سرعة تمنع المأموم فعل ما يجب 
والطمأنينة واجبة
 فهؤلاء الأئمة لا يصح أن يكونوا أئمة للمسلمين





لقاء الباب المفتوح 146 /9  





Syaikh Ibnu Utsaimin -rahimahullah- berkata:





"Jika imam telah mengetahui bahwasanya ia tidak tuma'ninah dalam shalatnya, serta tidak ada kesempatan bagi makmum untuk menyempurnakan bacaan Al-Fatihah maka wajib untuk tidak bermakmum di belakang imam tersebut, karena tidak boleh shalat di belakangnya, dalam hal ini Anda berada pada dua pilihan: 
"Boleh jadi Anda mengikuti sang imam namun Anda meninggalkan rukun shalat, atau yang kedua, boleh jadi Anda mengerjakan rukun shalat namun Anda akan tertinggal dari mengikuti imam, oleh karenanya kami memperingatkan mereka para imam dari hal-hal semacam ini. Para ulama telah menyebutkan bahwasanya haram atas imam mengerjakan shalat dengan super cepat, sehingga dapat menghalangi makmum untuk mengerjakan kewajiban/ rukun shalat, sedangkan TUMA'NINAH adalah WAJIB, maka mereka para imam yang seperti itu, tidaklah sah menjadi imam shalat kaum muslimin.'' -Selesai. (Jika kondisi demikian diketahui sebelum shalat, maka tidak boleh di jadikan Imam dan tidak boleh ber-makmum di belakangnya, red.)





Liqoo Bab Maftuh 9/146





Jadi, pertama Jika cepatnya imam membuat antum tidak bisa mengerjakan rukun dari rukun-rukun shalat maka tidak sah shalatnya dan antum perlu mengulangi shalatnya, kedua jika antum bisa mengerjakan rukun shalat namun sangking cepetnya imam membuat antum tidak tuma’ninah dalam mengerjakan setiap rukun shalat maka ini juga tidak sah shalatnya, karena tuma'ninah dalam shalat hukumnya wajib.













Dijawab oleh Ustaz Rudi Abu Aisyah Al Barbasiy Al Jawiy,
semoga Allah muliakan beliau di dunia dan di akhirat.





Disunting dan diposting oleh Abu Osamah
(Bayu bin Slamet Ad Daisamiy),
semoga Allah mengampuni dosanya dan dosa kedua orang tuanya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nasihat untuk Anak-Anakku (Syair Abu Ishaq Al Albiri)

ALFIYAH IBNU MALIK: Penjelasan Bab Tamyiz