Makmum Mendahului Gerakan Imam


PERTANYAAN:
Batalkah shalat makmum yang mendahului gerakan shalat imam?


JAWABAN:






:قال الشيخ محمد ابن عثيمين رحمه الله في الشرح الممتع

السبق





بأن يسبق المأموم إمامه في ركن من أركان الصلاة كأن يسجد قبل الإمام أو يرفع قبله أو يسبقه بالركوع 
أو بالرفع من الركوع ، وهو محرم ودليلُ هذا : قولُ النبي صلى الله عليه وسلم : لا تركَعُوا حتى يركعَ ، ولا تسجدُوا حتى يسجدَ
والأصلُ في النَّهي التحريمُ، بل لو قال قائلٌ: إنَّه مِن كبائرِ الذُّنوبِ لم يُبْعِدْ ؛ لقولِ النَّبيِّ : أما يخشى الذي يرفعُ رأسَه قبلَ الإِمامِ أن يُـحَـوِّلَ اللهُ رأسَـه رأسَ حِمـارٍ 
أو يجعلَ صورتَه صورةَ حِـمـارٍ. وهذا وعيدٌ، والوعيدُ مِن علاماتِ كون الذَّنْبِ مِن كبائرِ الذُّنوبِ

حكم صلاة من سبق إمامه

متى سَبَقَ المأمومُ إمامَه عالماً ذاكراً فصلاتُه باطلةٌ 
وإنْ كان جاهلاً أو ناسياً فصلاتُه صحيحةٌ
 إلا أنْ يزولَ عذره قبل أنْ يُدرِكَهُ الإمامُ فإنه يلزمُه الرجوعُ ليأتيَ بما سَبَقَ فيه بعدَ إمامِه 
.فإن لم يفعلْ عالماً ذاكراً بطلتْ صلاتُه ، وإلا فلا

كتاب شرح الممتع للشيخ ابن عثيمين





Syaikh ibnu Utsaimin berkata dalam kitab Syarhul Mumti' :





Mendahului Imam:





"Yakni makmum mendahului imamnya pada salah satu rukun dari rukun-rukun shalat, semisal makmum sujud sebelum imam sujud atau makmum ruku' sebelum imam ruku' atau makmum mendahului imam dalam ruku' atau makmum bangkit dari ruku' sebelum bangkitnya imam, maka perbuatan ini diharamkan dan dalilnya adalah sabda Nabi shallAllahu alaihi wa sallam: "Janganlah kalian ruku' sampai imam ruku' dan janganlah kalian sujud sampai imam sujud."

Pada asalnya larangan ini mengandung makna keharaman, bahkan sampai ada pendapat yang mengatakan: "Mendahului imam termasuk dari dosa besar." berdasarkan sabda Nabi: "Apakah seseorang yang mengangkat kepalanya sebelum imam tidak takut apabila Allah rubah kepalanya dengan kepala keledai, atau Allah jadikan rupanya seperti rupa keledai." Ini adalah ancaman dan ancaman termasuk tanda bahwa perbuatan itu termasuk dosa dari dosa-dosa besar."

Hukum makmum yang mendahului imamnya

"Kapanpun seorang makmum mendahului imamnya padahal ia adalah orang yang mengetahui hukumnya, maka shalatnya bathil/ tidak sah, namun jika makmum tidak mengerti hukumnya atau karena ia lupa, maka shalatnya tetap sah, kecuali jika sudah hilang udzur-nya (ketika dia sadar jika dia mendahului Imam, red.) sebelum imam melakukan gerakan berikutnya, maka makmum harus kembali untuk mengerjakan gerakan yang ia dahului setelah imamnya, jika ia tidak melakukannya padahal ia adalah orang yang mengetahui ilmunya lagi sadar, maka batal shalatnya. namun jika ia melakukanya (kembali mengikuti gerakan Imam yang telah dahului) maka tidaklah batal shalatnya."





Kitab Syarhul Mumti' Syaikh Ibnu Utsaimin













Dijawab oleh Ustaz Rudi Abu Aisyah Al Barbasiy Al Jawiy,
semoga Allah muliakan beliau di dunia dan di akhirat.





Disunting dan diposting oleh Abu Osamah
(Bayu bin Slamet Ad Daisamiy),
semoga Allah mengampuni dosanya dan dosa kedua orang tuanya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nasihat untuk Anak-Anakku (Syair Abu Ishaq Al Albiri)

ALFIYAH IBNU MALIK: Penjelasan Bab Tamyiz