Shalat di antara Dua Tiang


PERTANYAAN:
Benarkah tidak boleh shalat di antara tiang?


JAWAB:
Hukum shalat diantara dua tiang masjid;





روى ابن ماجة (1002) عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ قُرَّةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ
كُنَّا نُنْهَى أَنْ نَصُفَّ بَيْنَ السَّوَارِي عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَنُطْرَدُ عَنْهَا طَرْدًا
صححه الألباني في صحيح ابن ماجة





:قال ابن مفلح رحمه الله





وَيُكْرَهُ لِلْمَأْمُومِ الْوُقُوفُ بَيْنَ السَّوَارِي , قَالَ أَحْمَدُ : لِأَنَّهَا تَقْطَعُ الصَّفّ
انتهى





2/39 الفروع





وقال ابن قدامة رحمه الله
لا يكره للإمام أن يقف بينالسواري ، ويكره للمأمومين ؛ لأنها تقطع صفوفهم





المغني 2/220





وقال الشيخ ابن عثيمين رحمه الله





"الصف بين السواري جائز إذا ضاق المسجد ، حكاه بعض العلماء إجماعاً
وأما عند السعة ففيه خلاف ، والصحيح
أنه منهي عنه ؛ لأنه يؤدي إلى انقطاع الصف

انتهى





شرح الممتع لابن عثيمين





Ibnu Majah meriwayatkan (1002) dari Mu'awiyah bin Qurrah dari bapaknya, ia berkata: "Kami dilarang untuk berdiri membuat shaf di antara dua tiang masjid pada zaman Rasulullah shallAllahu alaihi wa sallam serta kami diusir dari membuat shaf pada tempat tersebut."
Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam shahih Ibnu Majah.





Ibnu Muflih rahimahullah berkata:





"Dibenci bagi makmum untuk berdiri membuat shaf diantara dua tiang masjid* , imam akhmad berkata: "Karena dapat memutus barisan shaf."





Al-Furu' 2/39





Ibnu Qudamah rahimahullah berkata:
Tidak dibenci bagi imam untuk berdiri membuat shaf di antara dua tiang masjid, namun dibenci untuk makmum karena dapat memutus barisan shaf."





Al-Mughni 2/220





Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata:





"Shaf di antara dua tiang masjid dibolehkan jika kondisi masjid memang sempit, sebagian ulama menceritakan adanya ijma'/ kesepakatan ulama dalam masalah ini, adapun jika kondisi masjid lapang/ luas maka para ulama berbeda pendapat, pendapat yang benar hukumnya terlarang, karena dapat membuat terputusanya barisan shaf."





Syarhul Mumti li Syaikh Ibnu Utsaimin









Dijawab oleh Ustaz Rudi Abu Aisyah Al Barbasiy Al Jawiy,
semoga Allah muliakan beliau di dunia dan di akhirat.





Disunting dan diposting oleh Abu Osamah
(Bayu bin Slamet Ad Daisamiy),
semoga Allah mengampuni dosanya dan dosa kedua orang tuanya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nasihat untuk Anak-Anakku (Syair Abu Ishaq Al Albiri)

ALFIYAH IBNU MALIK: Penjelasan Bab Tamyiz