Status Gaji Pegawai yang Tidak Menyempurnakan Jam Kantornya
PERTANYAAN:
Seorang pegawai yang dipercaya oleh atasan untuk bekerja perusahaaan itu, akan tetapi ia kadang bolos atau setengah hari pulang, namun waktu gajian minta penuh 100%. Apakah penghasilan tersebut termasuk dalam uang gaji yang tercampur haram ataukah tetap halal?
التساهل في العمل
.السؤال: ما حُكم راتب الموظف الذي يتساهل في عمله ولا يُؤدِّيه على الوجه الأكمل
هل يُصبح حراما أم حلالا ؟
الجواب : راتبه فيه شبهة، ينبغي له أن يتقي الله، وأن يعتني بعمله
حتى لا يكون في راتبه شبهة؛ لأن الواجب عليه
أن يؤدي الحق الذي عليه ؛ حتى يستحل الراتب ، فإذا كان لا يبالي
فراتبه بعضه حرام ؛ فينبغي له أن يحذر ويتقي الله عز وجل . اهـ
فتاوى الشيخ ابن باز
Soal: "Apa hukum status gaji karyawan yang ia meremehkan dalam pekerjaanya serta tidak menunaikan pekerjaanya sampai selesai, apakah gajinya haram ataukah halal?"
Jawaban:
"Gajinya mengandung syubhat -tercampur halal dan haram-, selayaknya ia harus takut kepada Allah dan memperhatikan pekerjaannya, sehingga gajinya tidak mengandung syubhat, karena wajib ia menunaikan hak (job describtion) yang dibebankan padanya sehingga gajinya menjadi halal, namun jika ia tidak peduli (dengan beban tugasnya) maka status sebagian gajinya adalah haram, sudah semestinya ia diberi peringatan/ teguran serta bertaqwa kepada Allah azza wa jalla."
Fatwa Syaikh Bin Baz
: وسئل الشيخ ابن عثيمين رحمه الله
بعض الموظفين يترك دوامه فيخرج قبل انتهاء الدوام أو أثناء الدوام ويعود
أو يتأخر عن موعد الدوام فما حكم ذلك؟
:فأجاب
لا يحل لموظف ن يخرج قبل انتهاء الدوام ، ولا أن يتأخر عن بدء الدوام
ولا أن يخرج في أثناء الدوام, لأن هذا الدوام ملك للدولة يأخذ عليه مقابلاً من بيت المال
لكن ما جرت به العادة إذا دعت الحاجة إلى الخروج في أثناء الدوام واستأذن رئيسه
أو مديره ولم يتعطل العمل بخروجه فأرجو أن لا يكون في ذلك بأس .انتهى
لقاء الباب المفتوح 9- 14
Syaikh Utsaimin pernah ditanya:
Sebagian pegawai sering meninggalkan pekerjaan pada saat jam dinas/ jam kerja, ia pulang sebelum jam dinas selesai atau keluar pada saat jam dinas, atau terlambat datang dari jam dinas yang ditetapkan, bagaimanakah hukumnya?
Jawab:
"Tidak halal bagi pegawai untuk keluar sebelum selesainya jam dinas, tidak boleh pula ia terlambat dari mulainya jam dinas, tidak boleh juga ia keluar pada saat jam dinas, karena aturan jam dinas adalah milik negara yang penggajiannya di ambil dari Baitul Mal (atau Pengelola Keuangan Negara, red). Akan tetapi jika hal tersebut sudah menjadi maklum karena memang ada keperluan mendesak untuk keluar pada saat jam kerja serta ia telah mendapatkan izin dari pimpinan atau kepala kantornya dan tidak melalaikan pekerjaannya dengan ia keluar maka aku berharap semoga tidaklah mengapa."
Dijawab oleh Ustaz Rudi Abu Aisyah Al Barbasiy Al Jawiy,
semoga Allah muliakan beliau di dunia dan di akhirat.
Disunting dan diposting oleh Abu Osamah
(Bayu bin Slamet Ad Daisamiy),
semoga Allah mengampuni dosanya dan dosa kedua orang tuanya.
Komentar
Posting Komentar