Uang Hasil Menjual Tanah Harus Dipakai untuk Membeli Tanah lagi?


PERTANYAAN:
Shahihkah hadis yang menyatakan, "Barangsiapa yang menjual rumah/tanah, lalu ia tidak menjadikan hasil penjualannya untuk membeli barang yang semisal, maka ia tidak akan diberkahi"?

JAWAB:
Hadis Hasan menurut Al Albani.





Sahih Al-Jami' As-Shaghir Wa Ziyadatuhu (1/1055)









Bantu terjemah dalam kotak..
Syaikh Al-Bani _rahimahullah_ berkata :





6119- Hadist: "Barangsiapa yang menjual rumah/tanah, lalu ia tidak menjadikan hasil penjualannya untuk membeli barang yang semisal, maka ia tidak akan diberkahi...."





"Hadist Hasan"





Sahih Al-Jami' As-Shaghir Wa Ziyadatuhu (1/1055)





Berkenaan dengan penjelasan hadist diatas, simak jawaban Syaikh Ibnu Utsaimin _rahimahullah_ ketika ditanya tentang makna hadist ini.....





عودة مرعي يعمل بالاتصالات السعودية يقول قرأت في كتاب مختار الأحاديث النبوية تأليف السيد أحمد الهاشمي رحمه الله حديثا رواه ابن ماجه (من باع داراً ولم يجعل ثمنها في مثلها لم يبارك له فيها أو لم يبارك له فيه) السؤال ما صحة هذا الحديث؟





فأجاب رحمه الله تعالى: هذا الحديث شواهد الشريعة تدل على أنه ليس بصحيح لأن الإنسان إذا باع بيته فإنه يتصرف في ثمنه بما شاء لأنه ملكه سواء اشترى به بدله أو حج به أو بذله في إعانةٍ على طلب العلم أو غير ذلك مما أباح الله له





Penanya:





"Aku pernah membaca kitab _Mukhtarul Ahaditsin Nabawiyyah_ karya Sayyid Ahmad Al-Hasyimi, disana ada sebuah hadist riwayat ibnu Majah yang berbunyi: "Barangsiapa yang menjual rumah, lalu ia tidak menjadikan hasil penjualannya untuk membeli barang yang semisal, maka ia tidak akan diberkahi." Pertanyaanya, bagaimanakah dengan keabsahan hadist ini?''





Syaikh Ibnu Utsaimin menjawab :





"Hadist ini dari sisi syariah tidaklah sahih, karena seseorang ketika menjual rumahnya, maka ia akan gunakan uang hasil penjualannya tersebut untuk keperluan yang ia inginkan, kerena itu adalah miliknya, baik ia gunakan untuk membeli rumah yang baru, atau untuk biaya haji, atau untuk biaya menuntut ilmu atau untuk keperluan mubah yang lainnya."





Fatawa Nur Alad Darbi (2/6)









Syaikh Ali Al-Qori dalam kitabnya _Mirqotul Mafatih Syarah Misykatil Mashobih_, ketika mensyarah hadist ini, beliau membawakan perkatan Al-Mudzhir, bahwa hadist diatas dibawa kepada makna anjuran/suinnah, karena hasil penjualan rumah jika dibelikan rumah lagi maka akan lebih banyak manfaatnya, sedikit madhorotnya/ keburukannya, (misalnya) tidak bisa dicuri oleh pencuri serta manfaat yang lainnya, hal ini tentu berbeda jika hasil penjualan tersebut dibelikan barang non properti.





Monggo selengkapnya, silahkan baca nukilan berikuti ini ...





Mirqotul Mafatih Syarah Misykatil Mashobih






Dijawab oleh Ustaz Rudi Abu Aisyah Al Barbasiy Al Jawiy,
semoga Allah muliakan beliau di dunia dan di akhirat.





Disunting dan diposting oleh Abu Osamah
(Bayu bin Slamet Ad Daisamiy),
semoga Allah mengampuni dosanya dan dosa kedua orang tuanya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nasihat untuk Anak-Anakku (Syair Abu Ishaq Al Albiri)

ALFIYAH IBNU MALIK: Penjelasan Bab Tamyiz