Wanita Berpergian dengan Diantar Tukang Ojek


PERTANYAAN:
Apakah termasuk khalwat yang terlarang ketika diantar oleh sopir pribadi?





JAWAB:





:قال الشيخ عبد العزيز بن باز رحمه الله





لا يجوز ركوب المرأة مع سائق ليس محرماً لها وليس معهما غيرهما ؛ لأن هذا في حكم الخلوة 
:وقد صحَّ عن رسول الله صلى الله عليه وسلم أنه قال
لا يخلونَّ رجل بامرأةٍ إلا ومعها ذو محرَم . رواه البخاري ( 5233 ) ومسلم ( 1341 ) وقال صلى الله عليه وسلم : لا يخلونَّ رجل بامرأة ، فإن الشيطان ثالثهما
أما إذا كان معهما رجل آخر أو أكثر أو امرأة أخرى أو أكثر : فلا حرج في ذلك إذا لم يكن هناك ريبة ؛ لأن الخلوة تزول بوجود الثالث أو أكثر





وهذا في غير السفر ، أما في السفر : فليس للمرأة أن تسافر إلا مع ذي محرَم 
 :لقول النبي صلى الله عليه وسلم
لا تسافر امرأة إلا مع ذي محرَم. متفق على صحته





.ولا فرق بين كوْن السفر من طريق الأرض أو الجو أو البحر ، والله ولي التوفيق





" فتاوى المرأة المسلمة " 2 / 556





Syaikh Abdul Aziz bin Baz -rahimahullah- berkata:





"Tidak boleh seorang perempuan menaiki kendaraan bersama sopir jika tidak bersama mahram-nya atau orang lain yang ada bersamanya, karena ini masuk hukum khalwat (berdua-duaan dengan orang asing), dan telah sahih dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Janganlah seorang laki-laki berkhalwat (berdua-duaan) dengan perempuan kecuali jika bersama mahram-nya." 
Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (5233) dan Muslim (1341), dan sabdanya pula: "Tidaklah seorang laki laki ber-khalwat dengan seorang wanita kecuali syaithan adalah yang ketiganya."

"Adapun jika perempuan tersebut bersama satu orang laki laki/ lebih atau seorang perempuan/ lebih maka tidaklah mengapa jika di sana tidak terdapat syubhat (fitnah), karena status khalwat menjadi hilang jika berjumlah 3 orang atau lebih."

"Ini untuk kondisi selain safar (berpergian jauh), adapun dalam kondisi safar maka tidak boleh seorang perempuan bepergian kecuali bersama mahram-nya, berdasarkan sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam :
"Janganlah seorang wanita bersafar kecuali ia didampingi mahram-nya." Muttafaq alaihi.

"Dan tidak ada perbedaan baik safarnya melalui jalur darat, udara maupun jalur laut. Wallahu waliyyuttaufiq. Selesai.

Fatawa Al-Mar'atul Muslimah 2/566





Adapun naik Ojek dan sejenisnya, itu termasuk ber-khalwat dan pasti berdekatan bahkan bersentuhan yang sulit terhindarkan.









Dijawab oleh Ustaz Rudi Abu Aisyah Al Barbasiy Al Jawiy,
semoga Allah muliakan beliau di dunia dan di akhirat.





Disunting dan diposting oleh Abu Osamah
(Bayu bin Slamet Ad Daisamiy),
semoga Allah mengampuni dosanya dan dosa kedua orang tuanya.






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nasihat untuk Anak-Anakku (Syair Abu Ishaq Al Albiri)

ALFIYAH IBNU MALIK: Penjelasan Bab Tamyiz