Ceramah Pendek: Berniaga dengan Allah


Segala puji hanya bagi Allah, Tuhan semesta alam,





Saya haturkan salawat dan salam untuk hamba Allah sekaligus rasul-Nya,





Nabi kita Muhammad, beserta keluarganya, dan semua sahabatnya.





Allah subhanahu wa ta'ala berfirman (yang artinya)





" Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat ...





...  dan menafkahkan sebagian dari apa yang Kami telah anugerahkan kepada mereka ...





...  dengan diam-diam dan terang-terangan, karena mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, ...





 ... agar Allah menyempurnakan pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya ...





 ...  Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri. (QS Al Fatir: 29-30)





Di dalam dua ayat yang mulia ini, Allah subhanahu wa ta'ala menyebutkan bahwa





" Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat ...





...  dan menafkahkan sebagian dari apa yang Kami telah anugerahkan kepada mereka ...





...  dengan diam-diam dan terang-terangan, ..."





mereka adalah orang-orang yang ingin berniaga dengan Allah 'azza wa jalla,





maka Allah akan mengampuni dosa-dosa mereka





 dan Allah juga akan menambah karunia-Nya kepada mereka.





Maka ini merupakan tiga perkara yang merupakan tiga sifat mulia





yang disebutkan dalam dua ayat yang mulia ini, yaitu





membaca Kitab Allah, mendirikan shalat, dan bersedekah secara diam-diam atau terang-terangan,





baik sedekah yang wajib ataupun yang sunnah.





Hal ini merupakan perniagaan yang agung dengan Allah subhanahu wa ta'ala





Kitab Allah 'azza wa jalla yaitu Al Qur'an Al Karim





yang diturunkan oleh Allah untuk menjadi penjelas segala sesuatu,





menjadi petunjuk, rahmat, dan juga kabar gembira bagi umat Islam.





Allah menurunkan kitab yang agung ini, Al Qur'an Al Karim,





kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam,





Allah menurunkannya agar umat Islam mengamalkan isinya,





mempelajarinya dan kemudian mengamalkan apa yang terdapat di dalamnya,





menghalalkan apa yang halal, mengharamkan apa yang haram,





beriman dengan ayat-ayat mutasyabihat dan mengamalkan hukum-hukumnya,





dan menjadi sumber hukum bagi mereka. Dan tujuan Al Qur'an adalah untuk diamalkan.





Oleh sebab itulah Allah berfirman (yang artinya), " ... mereka membaca kitab Allah dan mendirikan shalat. "





" Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat. "





Bersegera dalam beramal sebagaimana diisyaratkan oleh Al Qur'an Al Karim,





dan bersedekah secara sembunyi-sembunyi ataupun terang-terangan





dengan maksud berniaga dengan Allah. Itulah tiga perkara yang sangat agung,





yaitu membaca Al Qur'an dan mengamalkannya, mendirikan shalat





yang merupakan rukun Islam yang paling utama setelah dua kalimat syahadat,





dan merupakan ibadah badan yang menghubungkan antara seorang hamba dengan Tuhannya.





Dan bersedekah merupakan ibadah harta yang padanya terdapat kebaikan untuk orang lain,





dan bermanfaat untuk orang lain





Tiga perkara tersebut merupakan bentuk perniagaan dengan Allah,





Ketika orang mengamalkan tiga perkara tersebut,





berniaga dengan Allah dengan ketiga perkara tersebut,





maka perkara tersebut akan menjadi perniagaan yang kekal abadi,





keuntungan yang terjamin dan tidak pernah terputus.





Sesungguhnya manusia dalam kehidupan dunia ini





bekerja sungguh-sungguh dan bersusah payah





untuk mendapatkan harta dan mencari keuntungan,





namun terkadang mereka tidak mendapatkan hal tersebut.





Dan apabila dia mendapatkannya, maka dia akan berletih untuk menjaga harta tersebut





agar tidak berkurang, tidak hilang, atau dicuri.





Dan meskipun selamat dari semua ancaman tersebut,





sesungguhnya manusia akan meninggal dan meninggalkan hartanya,





kemudian dia akan dimintai pertanggung jawaban atas harta tersebut,





darimana harta tersebut didapatkan dan kemana harta tersebut dihabiskan.





Dan adapun perniagaan dengan Allah adalah perniagaan yang menguntungkan,





dan tidak terdapat padanya kerugian,





Maka seorang muslim harus bertakwa kepada Allah 'azza wa jalla





dan berniaga dengan Allah dengan perniagaan yang abadi dan bermanfaat,





yang akan dia manfaatkan di hari ketika harta dunia dan anak keturunan tidak lagi bermanfaat





"... Kecuali orang-orang yang datang menghadap Allah dengan hati yang selamat." (QS Asy Syu'ara: 89)





Allahu a'lam. Semoga shalawat dan keberkahan Allah senantiasa terlimpahkan





kepada hamba-Nya dan utusan-Nya, Nabi Muhammad beserta seluruh keluarga dan shahabatnya.


















Diterjemahkan dan diposting oleh Abu Osamah
(Bayu bin Slamet Ad Daisamiy),
semoga Allah mengampuni dosanya dan dosa kedua orang tuanya.





Penerjemahan diawasi dan diteliti oleh tim penerjemah Yufid.tv,
semoga Allah mengampuni dosa-dosa mereka. 






Sumber;
Sifat orang yang Beriman - Syaikh Abdussalam As Suhaimi
قناة العلم نور





Read in English
اقرأ في اللغة العربية







Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nasihat untuk Anak-Anakku (Syair Abu Ishaq Al Albiri)

ALFIYAH IBNU MALIK: Penjelasan Bab Tamyiz