Sampaikah Kiriman Pahala Bacaan Al Qur'an kepada Mayit?


PERTANYAAN:
Bagaimana pendapat dalam Madzab Syafii tentang mengirim pahala bacaan Al Quran kepada mayit?





JAWAB:
Kirim pahala bacaan Al-qur'an untuk mayyit menurut syafiiyah





:قال النووي رحمه الله





وأما قراءة القرآن فالمشهور من مذهب الشافعي أنه لا يصل ثوابها إلى الميت
انتهى





1-205 شرح النووي على مسلم





و قال الإمام ابو عبد الله الحطاب





والمشهور من مذهب إمامنا الشافعي وشيخه مالك والأكثرين 
كما قاله النووي في فتاويه وفي شرح مسلم أنه لا يصل ثواب القراءة للميت
انتهى





مواهب الجليل 2 -627





قال الإمام ابن كثير الشافعي في تفسيره





 ومن هذه الآية الكريمة استنبط الشافعيُّ رحمه الله ومن اتّبَعه أنّ القراءة لا يصل إهداء ثوابها إلى الموتى
لأنه ليس من عملهم ولا كسبهم  ولهذا لم يندب إليه رسول الله صلى الله عليه وسلم أمّتَه ولا حثّهم عليه
ولا أرشدهم إليه بنص ولا إيماء , ولم يُنقل ذلك عن أحد من الصحابة رضي الله عنهم
ولو كان خيراً لسبقونا إليه





تفسير ابن كثير 4/329





An-Nawawi berkata: "Adapun bacaan Al-Qur'an yang dihadiahkan kepada mayyit, maka yang masyhur dari madzhab Syafii bahwasanya tidak akan sampai pahalanya kepada mayyit."
Selesai.





Syarh shahih Muslim lin Nawawi 1/205





� Al-Imam Abu Abdillah Al-Khitob berkata :





"Dan yang masyhur dari madzhab imam kami, imam Syafii dan gurunya yakni Imam Malik dan mayoritas ulama yang lainnya sebagaimana disampaikan oleh An-Nawawi dalam fatwanya serta dalam kitab syarh Shahih Muslim, bahwasanya tidak akan sampai pahala bacaan Al-Quran yang dihadiahkan kepada mayyit."
Selesai.





Mawahibul Jalil 2/627





Al-Imam Ibnu Katsir As-syafii berkata dalam Tafsirnya 4/329:





"Dari ayat yang mulia ini (An-Najm ayat 39), Imam Syafii dan orang yang mengikuti beliau ber-istinbath (mengambil kesimpula hukum), bahwasanya tidak akan sampai hadiah pahala bacaan al-Qur'an kepada mayyit karena ini bukan termasuk amalan serta jerih payah si mayyit, oleh karenanya Nabi tidak pernah memerintahkan umatnya dan tidak pula menganjurkan mereka untuk melakukan hal ini, tidak pula membimbing umatnya baik lewat nash (dalil) maupun isyarat, serta tidak pernah pula dinukil oleh seorangpun dari kalangan para para sahabat radiyAllahuanhum, seandainya amalan itu baik maka niscaya mereka akan mendahului kita dalam mengamalkanya.''





Tafsir Ibnu Katsir 4/329









Dijawab oleh Ustaz Rudi Abu Aisyah Al Barbasiy Al Jawiy,
semoga Allah muliakan beliau di dunia dan di akhirat.





Disunting dan diposting oleh Abu Osamah
(Bayu bin Slamet Ad Daisamiy),
semoga Allah mengampuni dosanya dan dosa kedua orang tuanya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nasihat untuk Anak-Anakku (Syair Abu Ishaq Al Albiri)

ALFIYAH IBNU MALIK: Penjelasan Bab Tamyiz