Gerakan Makmum yang Berbarengan dengan Gerakan Imam


PERTANYAAN:
Bagaimana apabila gerakan makmum bersamaan dengan gerakan imam?

JAWABAN:





:قال الشيخ محمد ابن عثيمين رحمه الله في الشرح الممتع

الموافقة

القسم الأول : الموافقةُ في الأقوالِ فلا تضرُّ إلا في تكبيرةِ الإِحرامِ والسلامِ

أما في تكبيرةِ الإِحرامِ ؛ فإنك لو كَبَّرتَ قبلَ أن يُتمَّ الإِمامُ تكبيرةَ الإِحرام لم تنعقدْ صلاتُك أصلاً
لأنه لا بُدَّ أن تأتيَ بتكبيرةِ الإِحرامِ بعد انتهاءِ الإِمامِ منها نهائياً

القسم الثاني الموافقةُ في الأفعالِ وهي مكروهةٌ

مثال الموافقة : لما قالَ الإِمام : الله أكبر  للرُّكوعِ ، وشَرَعَ في الهوي هويتَ أنت والإِمامُ سواء
فهذا مكروهٌ ؛
 لأنَّ الرسولَ عليه الصلاة والسلام قال : إذا رَكع فاركعوا ، ولا تركعوا حتى يركعَ 
 وفي السُّجودِ لما كبَّرَ للسجودِ سجدتَ ، ووصلتَ إلى الأرضِ أنت وهو سواء
فهذا مكروهٌ ؛
 لأن الرسول صلى الله عليه وسلم نهى عنه، فقال:  لا تسجدوا حتى يسجدَ

كتاب شرح الممتع للشيخ ابن عثيمين





Syaikh Muhammad Ibnu Utsaimin berkata dalam kitab Syarhul Mumti':





Berbarengan dengan Imam:

Model pertama : Berbarengan dalam ucapan, hal ini tidaklah mengapa selama tidak berbarengan dalam mengucapkan takbiratul ihram (Takbir Pembuka Shalat) dan salam."
"Berbarengan dalam mengucapkan takbiratul ihram, maknanya jika engkau bertakbir sebelum imam menyelesaikan takbiratul ihramnya, maka shalatmu tidaklah sah, karena seharusnya engkau mengucapkan takbiratul ihram setelah imam benar-benar selesai mengucapkanya."

"Model yang kedua: berbarengan dengan imam dalam gerakan shalat (selain dua di atas), maka ini makruh hukumnya.

"Misalnya ketika imam mengucapkan "Allahu akbar" untuk ruku dan imam hendak mulai turun untuk ruku', maka engkau juga turun bebarengan dengan turunnya imam, Maka ini makruh hukumnya, karena Rasulullah bersabda: "Apabila imam ruku' maka ruku'lah dan janganlah kalian ruku' sampai imam ruku'." 
Dalam hal sujud misalnya, ketika imam bertakbir untuk sujud maka engkau juga sujud berbarengan dengan sujudnya imam dan engkau sampai ke tempat sujud bersamaan dengan sampainya imam ke tempat sujud, maka ini makruh hukumnya, karena Rasulullahi shAllahu 'alaihi wa sallam melarang hal itu sebagaimana  sabdanya: "Janganlah kalian sujud sampai mendapati imam sujud."





Kitab Syarhul Mumti' syaikh Ibnu Utsaimin













Dijawab oleh Ustaz Rudi Abu Aisyah Al Barbasiy Al Jawiy,
semoga Allah muliakan beliau di dunia dan di akhirat.





Disunting dan diposting oleh Abu Osamah
(Bayu bin Slamet Ad Daisamiy),
semoga Allah mengampuni dosanya dan dosa kedua orang tuanya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nasihat untuk Anak-Anakku (Syair Abu Ishaq Al Albiri)

ALFIYAH IBNU MALIK: Penjelasan Bab Tamyiz