Hadis Keutamaan Puasa pada bulan Rajab


PERTANYAAN:
Shahihkah hadis-hadis yang menyebutkan keutamaan atau pahala dari puasa pada bulan Rajab?

JAWAB:





صوم أول يوم من رجب كفارة ثلاث سنين، والثاني كفارة سنتين
والثالث كفارة سنة، ثم كل يوم شهرا
رواه أبو محمد الخلال في فضائل رجب عن ابن عباس– رضي الله عنهما -
قال الشيخ الألباني - رحمه الله تعالى -: ضعيف
انظر  : ضعيف الجامع رقم  3500 

من صام ثلاثة أيام من شهرٍ حرامٍ الخميس والجمعة والسبت كتب الله له عبادة تسعمائة سنة
قال الشيخ  الألباني - رحمه الله تعالى -.ضعيف
انظر:  ضعيف الجامع رقم  5649





وفي لفظ : ستين سنة رواه الطبراني في الأوسط  2-219
 و قال : لم يَرْو هذا الحديث عن مسلمة إلا يعقوب تفرد به محمد بن يحيى. اهـ

و قال الهيثمي : رواه الطبراني في الأوسط عن يعقوب بن موسى المدني
عن مسلمة ويعقوب مجهول
ومسلمة هو ابن راشد الحماني قال فيه الحاتم مضطرب الحديث
وقال الأزدي في الضعفاء لا يحتج به . اهـ





انظر : كتاب مجمع الزوائد  3-191
و حكم بعدم صحته ابن الجوزي في كتابه العلل المتناهية  2-554





Berpuasa pada hari pertama di bulan Rajab adalah penebus dosa selama tiga tahun, pada hari kedua sebagai penebus dosa dua tahun dan pada hari ketiga sebagai penebus dosa selama satu tahun, kemudian setiap satu hari setelah itu adalah penebus dosa untuk satu bulan.
Diriwayatkan oleh Muhammad Al-Kholal dari Ibnu ‘Abbas -radhiyAllahu'anhuma.
Syaikh Al-Albani berkata : " Dhoiif/lemah."
Lihat Dhaiful Jami' no.3500

Barangsiapa yang berpuasa tiga hari di bulan haram (Rajab) yakni pada hari Kamis, Jumat, dan Sabtu maka Allah akan tuliskan pahala ibadah 900 tahun lamanya.

Syaikh Al-Albani berkata:" Dhoiif/lemah."
Lihat Dhaiiful Jami' no. 5649.

Dalam lafadz yang lain disebutkan "60 tahun..", diriwayatkan oleh At-Thabrani dalam Al-ausath 2/219.





Ia berkata; " Tidak ada yang meriwayatkan hadist ini dari Maslamah kecuali Ya'qub, Muhammad bin Yahya telah bertafarrud (sendirian) dalam periwayatannya..".





Al Haitsami berkata (Ulama besar Syafiiyyah): "At-thabrani meriwayatkan dalam kitab Al-ausath dari Ya'qub bin Musa dari Musa Al-Madini dari Maslamah, dan Ya'qub adalah seorang yang Majhul (tidak dikenal), sedangkan Maslamah bin Rosyid Al-Khamani, Al-Hatim telah berkata tentangnya, ''Ia seorang pengacau hadist." dan Al-Azdi berkata dalam kitab Ad-du'afa, " Riwayatnya tidak bisa dijadikan Hujjah (dalil)." Selesai. Lihat kitab Majma'ul Zawaid 3/191.

Dan Ibnul Jauzi menghukumi bahwa hadis tersebut tidaklah shahih sebagaimana dalam kitabnya Al-'Ilal Al-Mutanahiyah 2/554.











Dijawab oleh Ustaz Rudi Abu Aisyah Al Barbasiy Al Jawiy,
semoga Allah muliakan beliau di dunia dan di akhirat.





Disunting dan diposting oleh Abu Osamah
(Bayu bin Slamet Ad Daisamiy),
semoga Allah mengampuni dosanya dan dosa kedua orang tuanya.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nasihat untuk Anak-Anakku (Syair Abu Ishaq Al Albiri)

ALFIYAH IBNU MALIK: Penjelasan Bab Tamyiz