Dosa Bid'ah Lebih Disukai Iblis daripada Dosa Maksiat?


PERTANYAAN:
Benarkah pernyataan bahwa bid'ah itu lebih disukai iblis dari pada maksiat? Dari mana asal usul perkataan tersebut?

JAWAB:
Silaka disimak takhrij singkat kalimat masyhur "Bid'ah itu lebih disukai iblis dari pada maksiat."





أَخْبَرَنَا عِيسَى بْنُ عَلِيٍّ قَالَ : أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ الْبَغَوِيُّ قَالَ : حَدَّثَنَا أَبُو سَعِيدٍ الأَشَجُّ
:قَالَ : حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ الْيَمَانِ قَالَ : سَمِعْتُ سُفْيَانَ الثَّوْرِيَّ ، يَقُولُ 
الْبِدْعَةُ أَحَبُّ إِلَى إِبْلِيسَ مِنَ الْمَعْصِيَةِ , وَالْمَعْصِيَةُ يُتَابُ مِنْهَا , وَالْبِدْعَةُ لا يُتَابُ مِنْهَا

التحفة العراقية في الأعمال القلبية ص ١٢





قال الذهبي في ميزان الإعتدال: مداره عن يحيى بن يمان و يحيى هذا ضعيف
اسمه يحيى بن يمان العجلي الكوفي





قال أحمد: ليس بحجة. وقال ابن المديني: صدوق، فلج فتغير حفظه





وعن وكيع قال: ما كان أحد من أصحابنا أحفظ للحديث من يحيى بن يمان
كان يحفظ في المجلس [الواحد]  خمسمائة حديث، ثم نسى





قال زكريا الساجي: ضعّفه أحمد وقال: حدّث عن الثوري بعجائب





وقال محمد بن عبد الله بن نمير: كان سريع الحفظ سريع النسيان
وكان يحيى من العباد
ذكره أبو بكر بن عياش، فقال: ذاك ذاهب الحديث





وقال ابن معين والنسائي: ليس بالقوى





وقد روى له الجماعة إلا البخاري فلم يخرج له في الصحيح
وإنما أخرج له في الأدب المفرد





Telah mengabarkan kepada kami Isa bin Aliy, ia berkata: "Telah mengabarkan kepada kami Abdullah bin muhammad Al-Baghawi, ia berkata: "Telah menceritakan kepada kami Abu Sai'd Al-Asyaj, ia berkata: "Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yaman, ia berkata: "Aku mendengar Sufyan Ats-Tsaury berkata: "Bid'ah itu lebih disukai iblis dari pada maksiat, pelaku maksiat ia bisa bertaubat adapun pelaku bid'ah ia susah untuk bertaubat.''





Tukhfatul 'Iraqiyyah fil A'malil Qolbiyyah halaman 2





Adz-Zahabi berkata dalam Miizanul I'tidal: "Pokok masalahnya pada Yahya bin Yaman dan Yahya ini adalah seorang yang dhaif/ lemah, nama lengkapnya Yahya bin Yaman Al-'Ajly Al-Kuufi."





Imam Ahmad berkata: "Riwayatnya bukanlah hujjah (tidak bisa jadi dalil)" dan Ibnul Madini berkata: "Ia seorang yang shaduq/jujur, namun telah berubah hafalannya."





Dari Waqi', ia berkata: "Tidak ada satupun dari para sahabat kami yang lebih hafal hadist dari Yahya bin Yaman, ia bisa menghafal dalam satu majlis sebanyak 500 hadist namun ia mudah lupa."





Zakaria As-saji berkata: "Imam Ahmad telah mendhaifkannya.'' Ia juga berkata: "Ia menceritakan hadist-hadist dari Sufyan dengan penuh keanehan."





Dan Muhammad bin Abdullah bin Numair berkata: "Ia adalah orang yang cepat dalam menghafal, namun ia juga mudah lupa dan Yahya adalah seorang yang ahli ibadahAbu Bakr bin 'Iyyas menyebutkannya, ia berkata: "itulah sebabnya ia sering kehilangan hadisnya."





Ibnu Ma'in berkata: "Ia bukanlah rawi yang kuat hafalannya."





Sekumpulan para ulama hadist banyak meriwayatkan hadistnya kecuali Imam Bukhari, beliau tidak mengeluarkan riwayatnya dalam kitab shahihnya, namun beliau hanya mengeluarkan riwayatnya dalam kitab Adabul Mufrad."









Dijawab oleh Ustaz Rudi Abu Aisyah Al Barbasiy Al Jawiy,
semoga Allah muliakan beliau di dunia dan di akhirat.





Disunting dan diposting oleh Abu Osamah
(Bayu bin Slamet Ad Daisamiy),
semoga Allah mengampuni dosanya dan dosa kedua orang tuanya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nasihat untuk Anak-Anakku (Syair Abu Ishaq Al Albiri)

ALFIYAH IBNU MALIK: Penjelasan Bab Tamyiz